Rabu, 25 Februari 2015

Sebuah Kejujuran

Malam yang begitu gerah, hawa panas hasil sisa siang yang kini terik menyiksa untuk malam dan sebuah kipas angin yang berputar-putar di depankku, disini ku duduk di bawah lantai, sambil menulis kisah yang sedang kualami ini, setiap malam sebelum aku memejamkan mata ini aku selalu meneteskan air mata disaat mengingatnya, apalagi disaat aku sedang berada di persimpangan kehidupan yang aku tak tau mau pilih jalan yang mana, sewaktu aku masih bersamanya pasti dia selalu menujukan jalan kemana kaki ini melangkah jika aku sedang berada di persimpangan, tapi sekarang semua itu sudah tidak mungkin lagi, karena sudah bias dipastikan aku sudah tidak ada lagi di benaknya , kejadian beberapa hari lalu membuatku sangat sedih disaat tau ternyata aku sudah dihapus dari teman Facebooknya, aku hanya menerimanya dengan lapang dada, tetapi  semua kejadian itu tidak membuatku bisa melupakannya, kalau bisa jujur sampai sekarang aku masih berharap dia kembali, bahkan disetiap sholatku aku selalu berdoa kepada allah untuk mempertemukan kami kembali sesuai dengan jalannya,  seperti dia mempertemukan baginda Nabi Adam as dan hawa, seperti dia mempertemukan Syahidina Ali Bin Abu Talib dan anaknya Rasullulah Siti Fatima, aku sangat berharap dia adalah bagian dari tulang rusukku yang di ciptakan untuk melengkapi kehidupan ini, tetapi jika memang semua itu tidak sesuai keinginannku, aku ikhlas menerimanya karena aku selalu yakin Allah SWT yang lebih tau tentang apa yang terbaik untuk umatnya, tetapi meskipun begitu aku selalu mendoakan kebaikannya, mendoakan agar dia selalu sukses, sudah berbagai cara yang kulakukan untuk melupakannya tetapi sampai hari ini aku masih sangat mencintainya, meskipun dia telah pergi jauh dariku sudah beberapa bulan yang lalu, bahkan banyak temanku yang menyuruhku untuk melupakannya karena menurut mereka dia sudah menemukan orang yang lebih baik dari aku, tetapi apa daya dia terlalu istimewa di hati ini, hanya dia yang membuat aku bisa semangat lagi menjalani hidup ini, hanya dia seorang yang bisa membuatku kembali lagi ke jalan yang benar, jadi sampai kapanpun aku tak akan pernah bisa melupakan semua tentang dia, kalau untuk menerima dia tidak akan pernah kembali lagi kepadaku, aku menerima semua itu, mungkin inilah takdir yang harus kujalani, mungkin ini takdir allah SWT yang terbaik untukku, aku selalu sadar CINTA BUKAN BERARTI HARUS MEMILIKI.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites